Jumat, 18 April 2014

Catatan Kenangan

Ketika tak sengaja memandang bintang di langit Kota, ternyata muncul banyak sekali, aku terkejut dan kaget. Entah apa memang setiap malam bintang terlihat begitu banyak berkilauan dan aku terlalu cuek melewatkannya, aku tak begitu tahu, yang jelas tebaran bintang yang tak sengaja aku lihat itu sudah bawa ingatan aku kembali. Ingatan tentang perjalanan di kegelapan setiap malam, menembus hutan jati yang lebat dan sunyi, meniti hati hati jalan kecil yang mirip sungai yang dikeringkan dari pada jalanan, memandang bintang yang terasa lebih terang dan besar di kegelapan total, di atas rumpun pepohonan jati, di puncak tertinggi perbukitan.

Apakah aku rindu?
ya, aku rindu saat ini, saat saat dimana kesunyian terasa sangat erat mendekap.

Beginilah yang sering dikatakan orang, rasa mencintai itu akan terasa lebih besar ketika kita tak lagi bisa dekat dengannya (siapapun…apapun..)
Hanya bisa mengenang dengan senyum kecil yang tersungging tulus…



dari lubuk hati.


Secarik kertas baru terbuka, secara manual mata ini meraba tiap jengkal kalimat yang tertuang. Tak terasa lembut mengalir menyentuh sudut bibir menoda dan menggores pipi. Kenangan itu kembali menebar ditiap rongga fikiran. Tertegun aku tatap langit begitu indah langit yang selama ini jarang aku pandang.

Kuresapi kembali memori yang tlah tersimpan rapat dalam fikiranku, satu per satu berloncatan, ada yang berloncatan dengan lincahnya, ada yang merangkak tertatih-tatih mengiba, bahkan ada yang terbaring enggan keluar.

Semua hanya bermuara pada satu kata "Rindu datang, kita merasa kehilangan, apabila semua telah meninggalkan kita"

Aku rebahkan diri di kasur sambil mengintip langit-langit dikamarku yang mulai menua. Aku renungkan kalimat dalam kertas baru bersama ukiran jiwa yang tiba-tiba membentang bersama bintang-bintang. Lalu aku terbangun dan langsung menuliskan diatas kertas walau hanya kata "Haii ..... "


Tidak ada komentar:

Posting Komentar