Jumat, 04 April 2014

Namamu Bersatu di Doa


H-10...itulah yang ditunggu teman-temanku sekian lamanya,Nasib kita menuju Dunia luar hanya tinggal 10 hari lagi dan di tentukan dalam waktu 3hari,tidak adil memang.Namun dibenakku bukan hanya itu yang menggangguku,karna sampai detik ini aku belum bisa menyatakan langsung kalau aku mencintaimu..
 
Waktuku untuk selalu bisa melihatmu tinggal 10hari,waktuku untuk selalu bisa mendengar tawamu tinggal 10hari,dan waktuku untuk menyatakan perasaanku hanya tinggal 10hari lagi.Kau bilang sehabis Lulus nanti(Amin) kau akan terbang ke Malang untuk melanjutkan pendidikanmu di PTN ternama disanan,sebuah kebetulan atau bukan aku juga berniat melanjutkan pendidikanku di kota Bakso tersebut.Tapi peluang untuk masuk PTN tersebut jauh lebih terbuka lebar untukmu,di kelas kau terkenal dengan anak yang lumayan cerdas walau terkadang menyebalkan,belum lagi dengan nilai-nilai rapotmu yang bagus.Dan jika kamu keterima di PTN tersebut bagaimana denganku...orang yang selalu berkhayal untuk bisa terus bersamamu dan melindungimu,apakah nanti rasa kesabaranku dan menungguku akan sia-sia?bagaimana jika nanti kalau kau keterima di PTN itu dan menemukan seseorang yang jauh lebih segalanya dari aku?sementara aku disini membisu,karna tertahan oleh perasaan yang belum tersampaikan.Apakah aku sanggup untuk melihatnya?mungkin jika Malaikat diberi napsu dan perasaan oleh Tuhan mereka juga tidak akan sanggup kalau perlahan Hati mereka digragoti oleh perasaan.

Menyerah..?oh..tidak bisa,aku sudah melangkah sejauh ini dan tak akan mungkin untuk bisa mundur lagi.Namun mengapa semakin hari semakin sulit untuk bisa berdua denganmu,bahkan untuk mengobrol saja tidak bisa.Dosakah aku bila mencintaimu...aku berusaha menjadi diri sendiri tak peduli apa kata Dunia,aku berdoa agar cinta datang kepadamu dan cinta juga yang akan menang bersamaku.Mungkin memang sedikit berlebihan tapi taukah kamu jika kita sedang berpapasan aku selalu mengucapkan "I LOVE YOU" di dalam hatiku,mungkin kamu memang tidak mendengar tapi aku dan Tuhan mendengarnya.Banyak yang heran mengapa aku mau bertahan untukmu...ya kalau sudah cinta mau diapain lagi,aku percaya sekeras batu karangpun akan terkikis oleh air bila sering dihujani.Jadi itulah yang aku lakukan sekarang,aku harus seperti gemericik air untuk bisa mengikis kerasnya karang,tapi terkadang aku juga harus seperti ombak laut untuk bisa menghancurkan kerasnya karang.

Ingatkah kamu saat kelas XI aku dan teman-teman datang kerumahmu untuk mengucapkan belasungkawa atas kepergian sosok yang sangat kau Hormati,disitu kau terlihat tabah bahkan kau menyempatkan diri untuk menjamu kita yang baru hadir,tapi tetap saja raut wajahmu tidak bisa berbohong apa lagi dengan bekas tetes-tetes air mata di pipimu.AAKKHH...Disitulah rasa sayangku berubah menjadi rasa cinta dan berevolusi menjadi sebuah rasa kewajiban untuk selalu ada dan menjagamu.

Mungkin itu teori yang konyol tapi itulah perasaan yang mungkin tidak bisa dijawab oleh seorang ilmuwan sekalipun.Mungkin terlalu naif jika aku bilang aku selalu berdoa jika bertemu denganmu,tapi tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan jika sebagai hambanya selalu meminta petunjuk dan berdoa,bukankah jika kita sudah tidak pernah berdoa kepadaNYA kita dikategorikan sebagai hambanya yang sombong?

Cinta..Rasa..dan Namamu bersatu di Doa...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar