H-10...itulah yang ditunggu teman-temanku sekian lamanya,Nasib kita menuju
Dunia luar hanya tinggal 10 hari lagi dan di tentukan dalam waktu 3hari,tidak
adil memang.Namun dibenakku bukan hanya itu yang menggangguku,karna sampai detik
ini aku belum bisa menyatakan langsung kalau aku mencintaimu..
Waktuku
untuk selalu bisa melihatmu tinggal 10hari,waktuku untuk selalu bisa mendengar
tawamu tinggal 10hari,dan waktuku untuk menyatakan perasaanku hanya tinggal
10hari lagi.Kau bilang sehabis Lulus nanti(Amin) kau akan terbang ke Malang
untuk melanjutkan pendidikanmu di PTN ternama disanan,sebuah kebetulan atau
bukan aku juga berniat melanjutkan pendidikanku di kota Bakso tersebut.Tapi
peluang untuk masuk PTN tersebut jauh lebih terbuka lebar untukmu,di kelas kau
terkenal dengan anak yang lumayan cerdas walau terkadang menyebalkan,belum lagi
dengan nilai-nilai rapotmu yang bagus.Dan jika kamu keterima di PTN tersebut
bagaimana denganku...orang yang selalu berkhayal untuk bisa terus bersamamu dan
melindungimu,apakah nanti rasa kesabaranku dan menungguku akan
sia-sia?bagaimana jika nanti kalau kau keterima di PTN itu dan menemukan
seseorang yang jauh lebih segalanya dari aku?sementara aku disini membisu,karna
tertahan oleh perasaan yang belum tersampaikan.Apakah aku sanggup untuk
melihatnya?mungkin jika Malaikat diberi napsu dan perasaan oleh Tuhan mereka
juga tidak akan sanggup kalau perlahan Hati mereka digragoti oleh
perasaan.
Menyerah..?oh..tidak bisa,aku sudah melangkah sejauh ini dan tak akan mungkin
untuk bisa mundur lagi.Namun mengapa semakin hari semakin sulit untuk bisa
berdua denganmu,bahkan untuk mengobrol saja tidak bisa.Dosakah aku bila
mencintaimu...aku berusaha menjadi diri sendiri tak peduli apa kata Dunia,aku
berdoa agar cinta datang kepadamu dan cinta juga yang akan menang
bersamaku.Mungkin memang sedikit berlebihan tapi taukah kamu jika kita sedang
berpapasan aku selalu mengucapkan "I LOVE YOU" di dalam
hatiku,mungkin kamu memang tidak mendengar tapi aku dan Tuhan
mendengarnya.Banyak yang heran mengapa aku mau bertahan untukmu...ya kalau
sudah cinta mau diapain lagi,aku percaya sekeras batu karangpun akan terkikis
oleh air bila sering dihujani.Jadi itulah yang aku lakukan sekarang,aku harus
seperti gemericik air untuk bisa mengikis kerasnya karang,tapi terkadang aku
juga harus seperti ombak laut untuk bisa menghancurkan kerasnya karang.
Ingatkah kamu saat kelas XI aku dan teman-teman datang kerumahmu untuk mengucapkan belasungkawa atas kepergian sosok yang sangat kau Hormati,disitu kau terlihat tabah bahkan kau menyempatkan diri untuk menjamu kita yang baru hadir,tapi tetap saja raut wajahmu tidak bisa berbohong apa lagi dengan bekas tetes-tetes air mata di pipimu.AAKKHH...Disitulah rasa sayangku berubah menjadi rasa cinta dan berevolusi menjadi sebuah rasa kewajiban untuk selalu ada dan menjagamu.
Ingatkah kamu saat kelas XI aku dan teman-teman datang kerumahmu untuk mengucapkan belasungkawa atas kepergian sosok yang sangat kau Hormati,disitu kau terlihat tabah bahkan kau menyempatkan diri untuk menjamu kita yang baru hadir,tapi tetap saja raut wajahmu tidak bisa berbohong apa lagi dengan bekas tetes-tetes air mata di pipimu.AAKKHH...Disitulah rasa sayangku berubah menjadi rasa cinta dan berevolusi menjadi sebuah rasa kewajiban untuk selalu ada dan menjagamu.
Mungkin itu teori yang konyol tapi
itulah perasaan yang mungkin tidak bisa dijawab oleh seorang ilmuwan
sekalipun.Mungkin terlalu naif jika aku bilang aku selalu berdoa jika bertemu
denganmu,tapi tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan jika sebagai hambanya
selalu meminta petunjuk dan berdoa,bukankah jika kita sudah tidak pernah berdoa
kepadaNYA kita dikategorikan sebagai hambanya yang sombong?
Cinta..Rasa..dan Namamu bersatu di
Doa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar